PALITA ku

Minggu, 11 April 2021
MINGGU PASKAH
Warna Stola : Merah

Bacaan Alkitab   :    Kisah Para Rasul 4 : 32 – 35
Tema :    PERJUMPAAN DENGAN KRISTUS ADALAH DAMAI SEJAHTERA BAGI DUNIA
Tujuan :    Gereja yang berdasarkan kasih Kristus berdampak damai sejahtera bagi gereja.

Saudara-saudara Yang dikasihiTuhan….

Kita masih dalam sukacita perayaan Hari Paskah, merayakan sukacita dan kegembiraan akan Kebangkitan Tuhan Yesus, yang membuka mata hati kita, akan keselamatan yang datang dari Allah.  Dalam Yohanes 20: 19-31, mencatatakan kemunculan Kristus secara tidak terduga kepada para murid-Nya yang sedang dicekam ketakutan kepada orang-orang Yahudi. Meski berkumpul dalam satu ruangan yang sama (tanpa Tomas atau bersama Tomas) tetapisesungguhnya mereka tidak dapat disebut komunitas atau persekutuan. Satu-satunya hal yang “mempersatukan” mereka adalah rasa takut. Padahal, justru rasa takut itulah yang telah membuat persekutuan mereka mati dan kehilangan fungsinya. Dalam kondisi seperti itulah Kristus hadir ditengah-tengah mereka dengan kuasa kebangkitan-Nya, mereka mengalami perjumpaan dengan  Kristus. Perjumpaan mereka dengan Kritus telah mengusir ketakutan mereka, dan memberikan damai sejahtera dalam hidup para murid. Tiga kali Yesus yang baru saja bangkit itu berkata, “Damai sejahtera bagi kamu (ay.19,21,26)” Bagi para murid, perkataan ini bukan hanya sebuah salam, tetapi semangat bangkit dari ketakutan yang mencekam. Damai sejahtera yang dibawa oleh Kristus telah membangkitkan iman mereka, sekaligus membangkitkan kembali persekutuan yang telah mati.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan….

Yesus datang untuk membawa damai sejahtera dan setiap orang yang percaya yang berjumpa (percaya) dengan Yesus juga memiliki tugas membawa dan menghadirkan damai sejahtera di manapun berada. Tetapi apakah damai sejahtera (syalom) ) itu ? Kalau kita cermati, bukankah damai sejahtera (syalom) itu mengandung banyak pengertian, yaitu ; utuh, selaras, berkat, selamat, bahagia, sehat, tertib, tidak ada perang, tidak ada bencana, cukup baik secara jasmani maupun rohani. Damai sejahtera inilah yang telah dihadirkan oleh para rasul dan juga jemaat mula-mula ketika berjumpa antara satu dengan yang lain, terlebih bagi mereka yang membutuhkan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan…. Persekutuan dalam Kristus adalah persekutuan yang unik dan tidak ada taranya. Persekutuan yang unik karena menembus dan melintasi berbagai hal. Unik karena melampaui batas-batas persekutuan yang lazim, yang biasa dibuat dan dikembangkan oleh manusia. Persekutuan dalam Kristus yang bangkit dalam pimpinan Roh Kudus adalah persekutuan baru. Mengapa baru ? Karena persekutuan itu adalah kumpulan orang-orang yang sudah dibaharui dalam hubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Persekutuan yang sudah berjumpa dengan Kristus dan mengalami damai sejahtera Kristus. Persekutuan yang diciptakan oleh Tuhan untuk dinikmati dengan sukacita.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan….. Jemaat mula-mula di Yerusalem adalah persekutuan baru yang pertama sebagai hasil dari pengurbanan Yesus Kristus yang mati dan bangkit yang memberikan damai sejahtera kepada para murid dan juga dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Yesus waktu itu. Damai sejahtera yang dialami oleh jemaat mula-mula dinampakkan dalam pola kehidupan dengan penuh semangat dalam cinta kasih yang nampak dalam kehidupan bersama ; sehati dan sejiwa, seperasaan sepenanggungan. Milik pribadi adalah merupakan kepunyaan bersama. Hidup dalam kasih karunia (anugerah) yang melimpah-limpah. Hidup bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Selalu bersama berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa sambil memuji Allah (Kis. 2:42-47). Semangat cinta kasih, kebersamaan dan solidaritas dalam simpati dan empati bagi yang membutuhkan merupakan cara jemaat mula-mula untuk menghadirkan damai sejahtera.

Tetapi menjadi pertanyaan, mengapa seseorang mudah memberi dan berbagi?  Apakah karena dibalik tindakan memberi ada pengharapan bahwa mereka pasti akan menerima?  Dengan demikian hal itu, menerima, menjadi motif tersembunyi dibalik tindakan memberi?  Semuanya berpulang kepada pribadi.  Orang lain tidak ada yang tahu pasti, apa motif yang melatar belakanginya. Namun bila sikap memberi tersebut  kita kaitkan dengan konteks bacaan hari ini, dengan mudah kita menemukan jawabannya.  Ayat 32 menegaskan bahwa kumpulan orang yang dimaksud adalah “yang telah percaya” dan “mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (ayat 33). Kasih karunia yang Allah melimpah-limpah membuat “yang telah percaya” merasakan kebaikan Allah dalam Yesus Kristus yang bangkit sesuai pengajaran dan kesaksian para rasul untuk bersaksi secara nyata dalam tindakan dan perbuatan.

Saudara-saudara yang dikasihiTuhan…..

Bagaimana keimanan kita hari ini?  Adakah pengalaman dikasihi Tuhan membuat kita senantiasa menyatakan syukur yang tiada henti?  Dalam masa raya Paskah ini, kiranya dapat menjadi sarana bagi kita untuk sekali merenungkan betapa besar dan luarbiasanya kasih setia Tuhan.  Dia yang rela menderita, telah memberikan hidupNya agar kita bisa hidup. KebangkitanNya membawa damai dan sukacita bagi kita umatNya,  walaupun kita secara pribadi tidak mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan Yesus, seperti yang dialami oleh para murid saat itu,  namun kita percaya dan beriman kepadaNya.  Yesus berkata “sama seperti Bapa mengutusAku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (ayat 21). Yesus mengutus para murid sebagai saksi-saksi pembawa damai sejahtera keseluruh dunia. Dalam hal ini, tentu saja tanggungjawab itu tidaklah ringan. Mereka harus memberitakan pengampunan dosa sebagai wujud nyata dari damai sejahtera Allah, seperti yang telah mereka terima dari Yesus Kristus. Saudara, Kita yang saat ini telah menerima keselamatan dari pengorbanan Tuhan Yesus diutus untuk membawa damai sejahtera bagi semua orang sehingga damai sejahtera menjadi nyata, bisa dirasakan, dialami, dihayati, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hidup saling berbagi, hidup dalam kerukunan, hidup dalam persekutuan, dan hidup dalam damai sejahtera Kristus. Kita hidup di tengah dunia/ masyarakat yang merindukan damai sejahtera. Baik damai sejahtera di hati maupun damai sejahtera di tengah saratnya berbagai persoalan dan pergumulan hidup. Tetapi kita dipanggil dan ditempatkan Tuhan untuk sesama dan dunia ini menghadirkan damai sejahtera yang nyata dalam perbuatan dan tindakan dalam kehidupan di manapun kita berada. Perjumpaan dengan Kristus adalah damai sejahtera bagi dunia sekitar kita, “supaya “tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan  (Kis.2:47b)“. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *