MENGIKUT KRISTUS ADALAH MENAATI PETUNJUK (Yesaya 40:21-31)

Minggu, 4 Februari Stola Hijau

Tujuan : Agar warga jemaat memahami dan menaati petunjuk Firman Tuhan

Bapak, ibu, saudara/saudari yang kekasih dalam nama Tuhan!
Ketika kenyataan berbanding terbalik dengan yang diharapkan, maka akan timbul reaksi sebagai respon/tanggapan terhadap peristiwa yang terjadi. Menerima hal tersebut dengan pengakuan bahwa semua yang terjadi berada di dalam rencana dan rancangan Tuhan, ataukah memilih mempersalahkan keadaan, ataukah juga menganggap Tuhan berbuat tidak adil terhadap umat-Nya.


Bangsa Israel telah mengalami penjajahan, perbudakan di negeri Babel dalam kurun waktu yang tidak singkat tentunya. Tuhan memproses iman mereka melalui berbagai peristiwa yang kadang membuat mereka protes kepada Tuhan, mengapa Tuhan membiarkan mereka tertindas, menderita dan teraniaya. Ditengah situasi yang seakan tiada menentu, Yesaya diutus oleh Allah untuk menguatkan, mengembalikan semangat hidup mereka, serta mengajak mereka untuk kembali berharap pada Tuhan, yang akan memulihkan status mereka sebagai umat-Nya. Yesaya membawa berita sukacita, kabar keselamatan serta penghiburan bagi umat-Nya yang ada di Babel. Kehadiran Yesaya punya maksud, agar ditengah situasi yang seakan tidak menentu sekalipun, umat tetap mau menunjukkan bahwa mereka adalah pengikut Kristus yang tetap setia menaati petunjuk Allah. Untuk itulah, Yesaya mengajak umat Tuhan untuk mendengar, mengenal dan juga mengakui kuasa Tuhan yang tidak dapat dibandingkan dengan kuasa apapun juga. Dia Allah di atas semua allah. Yesaya membuka kembali penglihatan, pendengaran, pengetahuan, pengertian dan pengenalan mereka tentang Allah. Yesaya mau menegaskan bahwa sehebat-hebatnya manusia, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan Tuhan. Tuhan mampu membuat usaha mereka sia-sia dan dia akan melenyapkan siapa saja yang tidak berkenan kepada-Nya. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa sungguh kuasa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, di luar dari apa yang kita pikirkan. Jadi, sebagai pengikut Kristus, Allah mengkhendaki agar kita tetap taat mengikuti petunjuk-Nya dengan mengenal, mengakui bahwa Dia adalah Allah satu-satunya yang berkuasa atas alam semesta dan semua ciptaan tangan-Nya.


Jika Dia adalah Allah satu-satunya di atas semua allah, maka sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang tiada bandingannya. Benar! Bahwa Dia Allah yang Maha Kudus yang tidak ada bandingnya dengan allah lain yang disembah oleh orang Babel. Yesaya kembali menegaskan dan meyakinkan mereka bahwa Allah tidak tinggal diam, Dia tidak sedang tidur dan membiarkan mereka menghadapi setiap badai hidup, tetapi sesungguhnya Allah selalu peduli dan tidak pernah meninggalkan mereka. Allah berjanji, Dia akan melepaskan mereka dan membebaskan mereka dari segala keterpurukan yang mereka alami.


Sesungguhnya, pertolongan Tuhan itu selalu tepat pada waktunya, meskipun bagi manusia pertolongan Tuhan itu kadang terlambat. Itulah sebabnya Nabi Yesaya kembali meneguhkan iman mereka, agar umat boleh merenungkan kembali karya penyelamatan Allah, pemeliharaan Allah, yang telah mereka terima, bahkan yang juga telah dialami oleh semua nenek moyang mereka sejak dahulu kala. Janji itu kembali diteguhkan ketika Yesaya menyerukan bahwa orang yang setia menaati pertolongan dari Tuhan, bukan orang yang selalu mengandalkan dirinya sendiri, tetapi orang yang sungguh-sungguh menaruh percayanya hanya kepada Tuhan, mereka itu akan mendapatkan kekuatan yang baru, sehingga mereka akan kuat seperti burung rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari namun tidak menjadi lesu, mereka berjalan namun tidak menjadi lelah.


Demikianlah Allah akan memulihkan kehidupan umat-Nya dan semua itu terjadi karena anugerah Allah semata. Dam Dia pun menghendaki agar umat-Nya tetap taat dan setia kepada-Nya, sekalipun ada banyak tantangan, pergumulan yang datang silih berganti, menerjang perahu kehidupan kita, tetapi dengan iman dan keyakinan kita kepada Allah, akan menghantar kita kepada pengenalan dan pengakuan bahwa sesungguhnya, Allah berpihak kepada setiap orang yang benar dan sungguh-sungguh mengandalkan kuasa kasih-Nya, menaruh harap pada-Nya, dan tetap berpegang pada petunjuk firman-Nya serta menjadi murid Kristus yang mendengar dan melakukan firman-Nya.


Firman-Nya menghendaki kita sebagai umat-Nya agar tetap hidup didalam ketaatan kepada-Nya, menjadi murid-Nya yang taat pada petunjuk firman-Nya. Dengan cara bagaimanakah kita dapat mewujudnyatakan penggilan kita sebagai murid Kristus yang taat pada petunjuk Allah? Dengan cara;

  1. Mengenal dan mengakui bahwa Allah Maha Kuasa dan berdaulat atas semesta dan semua ciptaan-Nya.
    Menyadarkan kita bahwa kita bukan siapa-siapa, dan tidak ada apa-apanya dihadapan Allah. Hal ini menguatkan dan meneguhkan iman kita, bahwa Dia Allah satu-satunya yang memegang kendali kehidupan kita, dan kita pun seharusnya siap diatur olehnya (21-24).
  2. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang tiada bandingnya. Dia Allah diatas semua Allah (25-
    26). Dengan demikian menyadarkan kita sebagai makhluk ciptaan yang paling mulia, Allah menghendaki agar kita hidup bagi Dia, mengandalkan Dia dan setia berpegang pada ketetapan-Nya.
  3. Mengamini bahwa pertolongan Tuhan kekal, Dia Allah yang menjamin firman-Nya, Dia Allah yang dapat dijumpai kapan pun, dimana pun dan dalam situasi yang bagaimanapun juga. Dia selalu menantikan agar kita datang pada-Nya, akankah kita datang pada-Nya, dan mengiring dia dengan setia, disepanjang perjalanan hidup kita?

Tuhan menolong dan memampukan kita untuk menjadi murid-Nya yang taat melakukan kehendak firman-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *